Jumat, 01 Januari 2016

Sorak Kebencian



Sorak Kebencian
Memandang seribu satu duri dalam lapisan perisai emas
Aku terkapar karena kemilau tak bernama
Sebuah sandiwara yang dibaluti cerita nestapa tak berjudul
Aku tersenyum sinis, menoreh harian konyol dan usang itu
            Apa yang kau berikan padaku?
            Sebuah luka berbekas tanpa penawar?
            Ataukah sebuah kemegahan yang penuh dengan sampah berbau dosa!!
            Kau seolah bangga akan itu!
Aku membencimu karena sisa cerita yang kau sisihkan untukku
Seolah kau menulis namaku pada nisan tanpa makam
Aku selalu didoakan
Sementara aku masih bisa berjalan
            Kau membuatku menempuh samudra tanpa layar
            Menyisakan kemegahan, sementara aku miskin akan kasih
            Menitipkanku pada neraka bernama  
            Yang membuatku menjadi ratu lucifer
Aku membencimu
Aku tak ingin merindukanmu
Meski kadang aku bersimpuh karena baktiku
Namun taukah kau, betapa berat aku menjalani ini?
            Pergilah kau sejauh yang kau titipkan namamu pada nisan bertuliskan emas
            Hingga sampai pada saat dimana aku melupakanmu seutuhnya
            Meski aku sering berbalik mencium nisanmu
            Jangan pernah menghalangi jalanku karena bayangmu
Bila kita dipertemukan dalam dunia yang sama nanti
Biarkan aku melupakan siapa dirimu
Tersayat hatiku karena luka yang tak memiliki penawar ini
Karena kata sang pawang, aku baik-baik saja