Membuka
Malam
Banyak
orang bertanya tentang arti semua warna. Warna menjadi gambaran dan tolak ukur seseorang untuk berpikir tentang
diri orang lain. Malam. Kegelapan. Warna
hitam. Menjadikan malam sebagai sebuah cerita gelap, tanpa menginginkan lebih
tentang sebuah cerita yang terukir dalam kegelapan itu sendiri.
Malam menggantungkan sebuah harapan di tiangnya
yang sudah mulai goyah. Meskipun kadang karena kegelapannya dilupakan dengan
pejaman mata berdurasi. Dan cerita tentang malam berubah tanpa alasam. Namun
sang malam selalu menceraikan diri dari sang fajar. Memaksa untuk diam dalam
kelam dan sunyinya malam. Setiap peristiwa akan lenyap saat malam tiba. Sebuah
kisah yang harus diungkapkan, seolah hilang saat malam tiba. Karena malam,
semua orang akan menutup mata dan melupakan setiap peristiwa yang terjadi. Prostitusi. Sebuah cerita yang harus diperankan tokoh
yang tragis tentang arti sebuah diri. Pria berhidung belang berkeliaran, dan
para pekerja seolah menikmati. Malam yang tak mampu berbicara karena
kegelapannya, menjadi saksi bisu. Arti sebuah diri seakan bisa ditawar oleh
selembar yang membuat seribu mata berubah menjadi hijau. Tawar menawar terjadi,
demi kenikmatan sesaat. Dan lagi-lagi malam menjadi saksi.
Malam yang gelap, malam yang pekat, seakan tak ada
dinding yang berlubang, yang memberi sedikit ruang kecil untuk menembus sedikit
cahaya dalam kegelapan itu. Setiap diri memiliki tarif, seolah harga diri bisa
ditawarkan. Kenikmatan melupakan segalanya, dan uang menjadi alasan melupakan
kenikmatan. Kenikmatan dalam kegelapan, yang dihiasi oleh lembar-lembar hina,
seolah tak ada cara lain mendapatkannya. Malam lagi-lagi menjadi saksi,
kegersangan iman.
Membuka malam, membuka kepedihan tentang cerita gelap.
Malam menjadi sunyi senyap, dihiasi desahan beralasan. Malam tak mampu bicara,
ditutup oleh seribu alasan. Semua telah dilakukan untuk memecahkan kelam dan
gelapnya malam. Mencoba menyadarkan sikap dan cara berpikir setiap insan yang
menikmati. Dengan peraturan yang berlaku, mencoba menyadarkan mereka tentang
arti sebuah diri, dan bahaya prostitusi. Miris, prostitusi malah terjadi
dikalangan pelajar yang menjadi tombak perjuangan bangsa. Harga diri
diperjualbelikan demi rupiah, lalu bagaimana dengan harga diri bangsa? Apakah
akan juga?
Aparat
yang berdiri diatas Undang-undang mencoba menertibkan perdagangan haram dengan
cara yang tegas. Dan dengan ini, kelam malam mampu dibuka untuk lebih memahami
tentang arti sebuah diri. Sosok public figur seolah tidak memiliki mandat
menjadi panutan. Saya mencoba membuka cerita tentang malam. Karena kepedihan
hati saya melihat fakta yang berteriak dalam kegelapan oleh kaum yang tidak
mampu menjadi sosok yang patut diteladani.
Prostitusi. Menarik untuk dibicarakan, namun pedih bila
dipahami. Desahan dalam kenikmatan dikatakan sebagai korban, dan penikmat
bergelar menghilang bagai pembeli buah-buahan segar, yang sekali dibayar
dinikmati lalu menghilang dalam kenikmatan dan vitamin dari buah tersebut,
tangan siapa yang akan diikat besi? Bukankah saling menguntungkan? Bukankah
semuanya menikmati kenikmatan dalam malam berdurasi?
Dan menurut saya semuanya bersalah dan pantas dihukum.
Dan semua tentang malam bisa dibuka, dengan sikap dan tindakan tegas. Karena
arti sebuah diri diatas segalahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar