Tentang Sahabatku 2
Cause every night i”m talking to the moon. Sebuah lirik lagu
dari salah satu penyanyi favoritku Bruno Mars. Yang isinya begitu menyentuh
hati bagi mereka yang ditinggalkan kekasihnya. Lagu ini mengisahkan mereka yang
ditinggalkan kekasihnya dan berharap kekasihnya itu kembali.
Aku mendengarkan lagu ini bukan karena suasana hatiku yang
senada dengan lirik lagunya. Tetapi karena orang-orang disekitarku yang sering
merasakan hal yang serupa dengan lirik tersebut.
Dua sahabatku adalah sosok yang mudah jatuh cinta. Mudah
percaya akan sosok yang mereka kagumi, tanpa mengenalnya lebih jauh. Dan mereka
juga sering terlika karena itu.
Meskipun mereka
sering membuatku harus mengalami tekanan darah tinggi setiap hari karena cinta
buta itu, aku sangat menyayangi mereka. Aku merasa gagal menjadi seorang
sahabat, ketika aku meninggalkan mereka dalam dilema yang begitu panjang.
Nama sahabatku, Intan dan Asri. Intan sahabatku yang sangat
dewasa, berbeda dengan aku dan Asri yang masih dikatakan seperti anak SMP oleh
suster pembina asramaku. Sebagai sahabat, aku mengakui Intan adalah sosok yang
paling cantik diantara kami, baik, ramah dan Ia sosok yang mudah percaya. Dan ini
bukan suatu kelebihan buatku. Berbeda dengan Asri. Asri memang baik, namun Ia
sosok yang suka memilih dalam soal percintaan. Nah, ini yang membuat aku dan
kedua sahabatku merasa saling mengisi. Karena aku satu-satunya yang akan
katakan TIDAK soal percintaan. Dan kalau ditanya apa alasannya, jawabannya
gampang. Pacaran itu bagiku hanya suatu aktivitas yang merugikan banyak pihak,
dan menguntungkan satu pihak saja. Dengan alasan inilah yang membuatku bertahan jomblo sampai
saat ini, ya meskipun alasan ini menurut Aurel adalah suatu alasan yang konyol.
Intan mengenal seorang lelaki yang usianya beda setahun
darinya. Yang brondong muda menurut Aurel temanku, yang membuatku tersenyum. Ya
Aurel, banyak caranya menghibur orang, namun ia sendiri kurang paham apa yang
ia katakan.
Lelaki itulah yang membuat sahabatku ini menjadi sosok yang
mungkin tak mampu menyebut kata cinta lagi, karena trauma atau lupa kapan
terahkir ia mengatakan kata cinta, karena hatinya terlanjur luka. Intan sangat
mencintainya, meskipun aku, Asri, suster pembina asrama dan teman-teman
asramaku saat itu sangat-sangat tidak setuju.
Cinta membuatnya melupakan segalanya. Membuatnya lemah. Dan bahkan
membuatnya hampir kehilangan sahabat-sahabatnya. Ya,,, sebuah film layar lebar
yang pernah aku tonton mengatakan Penjuri
hati adalah penjahat sejati, mungkin kata-kata itu cocok untuk sahabatku
yang satu ini.
Intan selalu mengatakan, laki-laki itu baik, setia
perhatian, dan masih banyak lagi. Bahkan aku saja lupa, pujiannya terlalu
banyak. Guru sastraku pernah bilang, hati-hati memuji cinta dengan majas
hiperbola, karena suatu ketika akan berubah menjadi majas sinisme. Ya,,,, mamaku juga pernah bilang saat jatuh
cinta semuanya serba baik. Berbeda dengan jatuh dari pohon.
Intan selalu membelanya bahkan ia harus merajuk berhari-hari
kalau aku dan Asri membujuknya untuk meninggalkan laki-laki itu.
Cerita tentang cinta beda usia ternyata bertahan sampai
kelulusan SMA. Perpisahanpun terjadi antara aku dan kedua sahabatku. Kami
memilih tempat kuliah yang berbeda. Hal itulah yang merakit kesedihan dihati
kami. Perpisahan karena cita-cita, namun persahabatan akan cinta yang akan selalu menghiasi hati kami.
Jarak dan waktu seakan menguji kisah Intan dan pencuri
hatinya. Masalah demi masalah pun datang. Intan adalah sosok yang lemah, yang akan
menangisi dan terus menangisi saat masalah menghampirinya. Dan hampir setiap
hari pasti ada cerita sedihnya. Sahabatku yang satu ini memang lemah. Dan aku
tidak tahu mengapa ia bisa mempertahankan lelaki seperti pacarnya itu, yang
wataknya sangat keras. Yang berbanding terbalik dari kepribadian yang dimiliki
sahabatku.
Pencuri hatinya
ternyata bukan penjahat sejati. Tetapi penjahat hati. Yang menangkap buronannya
pakai hati, dan ternyata buronannya banyak. Ya aku sempat berpikir mungkin ia
punya penjara hati, untuk memenjarakan hati yang ia dapatkan, sehingga tidak
mudah pergi. Sangat menyedihkan, ternyata sahabatku masuk dalam penjara
hatinya.
Lelaki itu malah memaki sahabatku di dunia maya, yang
membuatku geram. Ia tidak terima saat
sahabatku memutuskan untuk meninggalkannya. Cacian dan sindirannya di dunia
maya menggemaskan hatiku. Namun aku juga sedikit berterimakasih, laki-laki itu
ternyata membawa inspirasi untukku. Ya inspirasi untuk membuat cerita ini
special untuk sahabatku.
Intan menangis. Cerita tentang cintanya harus berahkir
karena mamanya tidak mempunyai simpati terhadap lelaki itu. Ya alasannya sama
seperti yang aku pikirkan. Memang tidak cocoklah. Masa sahabatku pacarnya
penjahat? Hmmmm dan kali ini aku menjadi polisi yang menangkap penjahat itu dan
memintanya untuk melepaskan tawanan cintanya. Semuanya berhasil. Penjahat itu
pergi namun jejaknya masih ada.
Dan lagu Bruno Mars pun kembali ia dengarkan. Aku menoleh
kearah sahabatku dan berbisik. Kamu masih menginginkan penjahat itu kembali? Ia
memandangku tersenyum.
Yohana
bombol
Cerita ini kubuat khusus untuk kedua sahabatku inthan
hadiman dan asri nggepe. Dimanapun kalian berada, kalian akan selalu menjadi
sahabat yang selalu kuceritakan kepada semua orang betapa bangganya aku
memiliki kalian sahabat. Tetap menjadi yang terbaik. I miss you my friend..