7 Tips untuk tetap tegar
Menjadi seorang yatim piatu itu tidak sesedih di film layar
lebar. Sedih dan rasa sakit itu sudah pasti ada. Kadang kita harus menangis,
saat kita melihat mereka yang memiliki kedua orangtua tepat berdiri dihadapan
kita.
Jangan takut kawan, aku punya cara untuk mengatasi rasa
sedih itu. Pengalaman yang aku buat dari tips itu yang membuatku bertahan
sejauh ini, dan tetap ceria meski begitu banyak masalah yang ada disekitarku.
Yang
pertama, kita
harus sadar bahwa hidup kita itu milik Tuhan. Kita diibaratkan dengan sepeda
motor yang sedang antri di pertamina. Tentunya kita harus sabar. Dan tidak
boleh menerobos. Kita sabar karena kita semua pasti akan mendapat gilirannya.
Dan untuk menunggu giliran itu, banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita harus
sadar, bahwa Tuhan adalah satu-satunya tujuan hidup kita. Seribu satu rencana
yang kita canangkan, tidak berarti membuat kita harus menggapainya. Di samping
impian kita untuk menggapai mimpi itu, kita harus tahu bahwa semua yang kita ranjangkan
itu milik Tuhan. Dan suatu ketika tanpa kita sadari, dan bahkan tanpa izin,
semuanya akan Ia ambil.
Yang
kedua, ketika kita merindukan mereka, pikirkan satu
hal yang pernah mereka lakukan saat mereka berada di samping kita yang membuat
kita marah dan menangis karena kecewa. Misalnya mama melarang kita bermain
dirumah teman dengan alasan harus tidur siang, atau papa yang mengurangi uang
jajan karena ketahuan kamu pacaran. Yakin, pasti rasa sakit saat itu akan
kembali kamu rasakan meskipun itu hanya mengundang airmata, tetapi setidaknya
sudah mampu membuat emosi kamu bangkit.
Yang
ketiga, disaat
kamu punya masalah dengan saudara, om, tante, ya singkatnya keluarga, teman
atau pacar, yakinlah saat itu kamu dibela oleh papa dan mama. Kamu hebat kan?
Ketika kamu mengancam mereka, yang membalas semua ini adalah papa dan mama. Karena
mereka adalah orang yang tidak kalian
lihat. Yakinlah kamu akan sangat kuat saat itu. Dan sebenarnya saat itu baik
papa maupun mama sedang memeluk kamu, dan mengatakan kamu tidak sendiri. Tuhan
sebenarnya sedang menguji imanmu, bagaimana kamu bisa berjalan, berlari,
tertawa saat kamu tidak memiliki papa dan mama. Kamu akan menjadi sosok yang
hebat di mata sahabat-sahabatmu dan orang yang tahu tentang hidupmu.
Yang
ke empat, anggaplah papa dan mama itu masih ada di
samping kamu. Singkatnya masih hidup. Bayangkan saja mereka sedang berbicara
denganmu, hanya saja kamu yang berbicara di dalam hatimu sendiri. Misalnya saat
kamu tidur. Papa disamping kiri dan mama disamping kanan. Sesudah kamu berdoa
sebelum tidur, kamu belum benar-benar
tidur kan? Kamu mulai bercerita tentang aktivitasmu hari itu. Kamu akan dengan
semangatnya bercerita dalam hatimu. Dan bayangkan papa dan mama memberikan
respon seperti yang biasa mereka lakukan. Saya yakin, kamu akan tertidur dengan
lelap.
Yang
ke lima, jika kamu akan bersedih ketika mengakui mereka
sudah meninggal kepada orang-orang yang baru kamu kenal yang menanyakan kedua
orangtuamu, maka jangan katakan. Ceritakan bahwa mereka masih ada. Karena pada
dasarnya, raga mereka saja yang meninggalkanmu. Mereka ada dan akan selalu ada dihatimu. Ceritakan pada semua
orang papa dan mamaku adalah orang yang hebat. Saya yakin, kamu tidak akan
sedih. Kamu pasti akan berbalik dan tersenyum, maaf saya berbohong kepada anda.
Mereka akan percaya karena kamu adalah anak yang baik. Mereka menilai itu dari
cara kamu berbicara tentang kedua orang tuamu. Tidak salah jika kamu berbohong
akan hal itu.
Yang
ke enam, ketika kamu sangat merindukan mereka. Mintalah
pada Tuhan untuk menghadirkan mereka dalam mimpimu. Mintalah pada Tuhan.
Bayangkan saat itu papa dan mama sedang berada di Surga. Di sana mereka sedang
tersenyum memiliki anak sehebat dirimu. Dan mereka pun akan datang dalam
mimpimu. Mintalah setulus mungkin. Karena Tuhan akan mendengarkan doa hambaNya
yang dengan tulus meminta padaNya.
Dan
yang terahkir, yang ketujuh gapailah mimpimu. Cita-citamu. Karena
kebahagian mereka adalah melihatmu mampu berdiri diatas kakimu sendiri. Bukan
kamu yang menyerah, menangisi keaadan, dan bahkan putus asa. Mereka akan sangat
sedih melihatmu seperti itu. Bahkan mereka akan sangat jauh darimu. Kamu
sebenarnya adalah orang yang paling hebat di dunia. Lihatlah teman-temanmu.
Mereka masih punya orangtua, tetapi kadang mereka tidak menghargai orangtua
mereka. Dan kamu akan menjadi teladan ketika kamu menasihati mereka, betapa
sulitnya hidup tanpa orangtua. Kamu adalah satu-satunya orang yang mereka
dengar. Karena mereka tahu kamu sudah merasakan hal itu. Bukankah itu sesuatu
yang hebat buat kamu? Dan kamu juga akan menjadi orang yang sangat hebat,
karena kamu mampu menggapai mimpimu meski kedua orangtuamu telah tiada. Dan
bibir semua orang akan bergetar menyebut namamu.
Kamu juga akan mengajak teman-temanmu untuk selalu dekat
dengan Tuhan. Karena hanya dengan mendekatkan diri padaNya kita akan selalu
kuat dan tahu tujuan hidup kita.
Jadi, jangan pernah berpikir Tuhan meninggalkanmu saat kedua
orangtuamu telah tiada. Kamu pasti menyadari kasih Tuhan melalui orang-orang
disekitarmu. Keluarga, sahabat, guru, dan orang-orang yang selalu mendukungamu.
Sadarkah kamu mereka adalah tongkat-tongkat yang Tuhan hadirkan, saat kedua
kakimu seakan tak mampu berjalan.
Lalu untuk apa kamu
terus menangis?? Kamu telah membaca tips ini sobat. Dan tips ini bukan kutulis
karena hobbyku menulis. Karena aku adalah bagian dari tulisanku ini. Aku adalah
seorang yatim piatu yang mampu bertahan sejauh ini karena tips ini. Dan aku
merasa satu-satunya orang hebat di dunia, ketika semua orang berbisik
“ kamu hebat. Seandainya aku berada di
posisimu, aku tak yakin mampu menerima kenyataan ini” dan
aku hanya tersenyum mendengar pujian itu, dan memandang ke langit. Disana ada
dua orang yang selalu mengawasiku. Yang berbisik padaku ketika aku salah. Dan
aku tahu, dalam nama Tuhanlah kepenuhan ini kudapat. Tanpa ujian seberat ini,
aku tak yakin bisa mandiri seperti saat ini. Dan itulah yang ingin kukatakan
padamu sobat, setiap tangis yang kau dapat, tersimpan sekilas senyum. Berkaryalah
dalam nama Tuhan, kaupun akan mendapat kepenuhan.
Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar