Minggu, 01 Februari 2015

Tentang Sahabatku 2




Tentang Sahabatku 2

Cause every night i”m talking to the moon. Sebuah lirik lagu dari salah satu penyanyi favoritku Bruno Mars. Yang isinya begitu menyentuh hati bagi mereka yang ditinggalkan kekasihnya. Lagu ini mengisahkan mereka yang ditinggalkan kekasihnya dan berharap kekasihnya itu kembali.
Aku mendengarkan lagu ini bukan karena suasana hatiku yang senada dengan lirik lagunya. Tetapi karena orang-orang disekitarku yang sering merasakan hal yang serupa dengan lirik tersebut.

Dua sahabatku adalah sosok yang mudah jatuh cinta. Mudah percaya akan sosok yang mereka kagumi, tanpa mengenalnya lebih jauh. Dan mereka juga sering terlika karena itu.
 Meskipun mereka sering membuatku harus mengalami tekanan darah tinggi setiap hari karena cinta buta itu, aku sangat menyayangi mereka. Aku merasa gagal menjadi seorang sahabat, ketika aku meninggalkan mereka dalam dilema yang begitu panjang.

Nama sahabatku, Intan dan Asri. Intan sahabatku yang sangat dewasa, berbeda dengan aku dan Asri yang masih dikatakan seperti anak SMP oleh suster pembina asramaku. Sebagai sahabat, aku mengakui Intan adalah sosok yang paling cantik diantara kami, baik, ramah dan Ia sosok yang mudah percaya. Dan ini bukan suatu kelebihan buatku. Berbeda dengan Asri. Asri memang baik, namun Ia sosok yang suka memilih dalam soal percintaan. Nah, ini yang membuat aku dan kedua sahabatku merasa saling mengisi. Karena aku satu-satunya yang akan katakan TIDAK soal percintaan. Dan kalau ditanya apa alasannya, jawabannya gampang. Pacaran itu bagiku hanya suatu aktivitas yang merugikan banyak pihak, dan menguntungkan satu pihak saja. Dengan alasan  inilah yang membuatku bertahan jomblo sampai saat ini, ya meskipun alasan ini menurut Aurel adalah suatu alasan yang konyol. 

Intan mengenal seorang lelaki yang usianya beda setahun darinya. Yang brondong muda menurut Aurel temanku, yang membuatku tersenyum. Ya Aurel, banyak caranya menghibur orang, namun ia sendiri kurang paham apa yang ia katakan.

Lelaki itulah yang membuat sahabatku ini menjadi sosok yang mungkin tak mampu menyebut kata cinta lagi, karena trauma atau lupa kapan terahkir ia mengatakan kata cinta, karena hatinya terlanjur luka. Intan sangat mencintainya, meskipun aku, Asri, suster pembina asrama dan teman-teman asramaku saat itu sangat-sangat tidak setuju.

Cinta membuatnya melupakan segalanya. Membuatnya lemah. Dan bahkan membuatnya hampir kehilangan sahabat-sahabatnya. Ya,,, sebuah film layar lebar yang pernah aku tonton mengatakan Penjuri hati adalah penjahat sejati, mungkin kata-kata itu cocok untuk sahabatku yang satu ini.
Intan selalu mengatakan, laki-laki itu baik, setia perhatian, dan masih banyak lagi. Bahkan aku saja lupa, pujiannya terlalu banyak. Guru sastraku pernah bilang, hati-hati memuji cinta dengan majas hiperbola, karena suatu ketika akan berubah menjadi majas sinisme.  Ya,,,, mamaku juga pernah bilang saat jatuh cinta semuanya serba baik. Berbeda dengan jatuh dari pohon.
Intan selalu membelanya bahkan ia harus merajuk berhari-hari kalau aku dan Asri membujuknya untuk meninggalkan laki-laki itu.

Cerita tentang cinta beda usia ternyata bertahan sampai kelulusan SMA. Perpisahanpun terjadi antara aku dan kedua sahabatku. Kami memilih tempat kuliah yang berbeda. Hal itulah yang merakit kesedihan dihati kami. Perpisahan karena cita-cita, namun persahabatan akan cinta  yang akan selalu menghiasi hati kami.
Jarak dan waktu seakan menguji kisah Intan dan pencuri hatinya. Masalah demi masalah pun datang.  Intan adalah sosok yang lemah, yang akan menangisi dan terus menangisi saat masalah menghampirinya. Dan hampir setiap hari pasti ada cerita sedihnya. Sahabatku yang satu ini memang lemah. Dan aku tidak tahu mengapa ia bisa mempertahankan lelaki seperti pacarnya itu, yang wataknya sangat keras. Yang berbanding terbalik dari kepribadian yang dimiliki sahabatku.
 Pencuri hatinya ternyata bukan penjahat sejati. Tetapi penjahat hati. Yang menangkap buronannya pakai hati, dan ternyata buronannya banyak. Ya aku sempat berpikir mungkin ia punya penjara hati, untuk memenjarakan hati yang ia dapatkan, sehingga tidak mudah pergi. Sangat menyedihkan, ternyata sahabatku masuk dalam penjara hatinya.

Lelaki itu malah memaki sahabatku di dunia maya, yang membuatku geram.  Ia tidak terima saat sahabatku memutuskan untuk meninggalkannya. Cacian dan sindirannya di dunia maya menggemaskan hatiku. Namun aku juga sedikit berterimakasih, laki-laki itu ternyata membawa inspirasi untukku. Ya inspirasi untuk membuat cerita ini special untuk sahabatku.
Intan menangis. Cerita tentang cintanya harus berahkir karena mamanya tidak mempunyai simpati terhadap lelaki itu. Ya alasannya sama seperti yang aku pikirkan. Memang tidak cocoklah. Masa sahabatku pacarnya penjahat? Hmmmm dan kali ini aku menjadi polisi yang menangkap penjahat itu dan memintanya untuk melepaskan tawanan cintanya. Semuanya berhasil. Penjahat itu pergi namun jejaknya masih ada.
Dan lagu Bruno Mars pun kembali ia dengarkan. Aku menoleh kearah sahabatku dan berbisik. Kamu masih menginginkan penjahat itu kembali? Ia memandangku tersenyum.
Yohana bombol
Cerita ini kubuat khusus untuk kedua sahabatku inthan hadiman dan asri nggepe. Dimanapun kalian berada, kalian akan selalu menjadi sahabat yang selalu kuceritakan kepada semua orang betapa bangganya aku memiliki kalian sahabat. Tetap menjadi yang terbaik. I miss you my friend..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar