Rabu, 04 Maret 2015

ANGELA 2 DENGAN CERITANYA

Angela 2 dengan ceritanya

Semua yang kami jalani disana tidak akan menjadi sebuah cerita, jika kami tidak pernah mengerti setiap detik kebersamaan yang kami lalui disana. Dan karena kasih Tuhan dalam kebersamaan itulah, cerita ini pun ada.
Dan ini cerita saya 3 Tahun di Asrama Angela .

Awal masuk asrama Angela, saya pikir papa salah menempatkan saya ditempat itu. Ok?? Tapi kalian jangan berpikir itu sungguh konyol. Karena disini saya menemukan banyak hal, yang mungkin tidak akan saya temukan ditempat lain.
Hmm ayo ikuti cerita saya tentang rumah kedua kami yang paling kami cintai ini.
Hmmm mulai dari ibu asrama dulu ya...

Hah!!!! Saya lupa, saya harus memulai dari asrama dulu. Tentunya anda akan berpikir, mengapa namanya harus Angela? Dan dimana Angela itu berada.
Asrama Angela 2 adalah salah satu asrama yang diasuh oleh suster-suster Ursulin. Hmm pasti semua langsung mengatakan, asrama yang di asuh suster pastinya ketat, yaps...itu benar sobat...kalau tidak ketat itu bukan asrama, tapi kos yang kata ibu asrama saya semau gue. Hehehe ini dia ceritanya.

Asrama ini berada di Ruteng-Flores. Ada Angela 1 dan Angela 2. Angela 1 dan Angela 2 punya kelebihannya masing-masing. Hebatkan??? Ya mungkin yang punya kelebihan satu dari delapan puluh orang, tetapi kami bangga. Hehehehe. Asrama ini sangat terkenal. Bukan hanya di Ruteng. Asrama ini dikenal banyak orang, karena nama dan juga peraturan yang ada. Asrama ini sudah ada bahkan ketika saya masih kecil. Dan saya tinggal di Angela 2. Jarak Angela 1 dan Angela 2 tidaklah jauh. Meskipun nama dan tempatnya berbeda, dimanapun kami berada kami tetaplah anak Angela.

Nama Angela adalah nama seorang Santa. Dan pelindungnya adalah Santa Ursula. Yang pernah tinggal di Angela pasti masih ingatkan lagu Angela? Lagu yang hampir setiap hari kami nyanyikan.
Hmmm saya mulai ceritanya.
Tiga tahun di Angela, kami dibimbing oleh seorang suster yang paling baik, cantik dan lucu. Hehehe semoga Ia membaca tulisan ini ya,,,

Namanya suster Yosevita Dalima, OSU, namun kami sering memanggilnya dengan sebutan Bunda. Sebutan ini khusus ketika kami berbicara sesama anak asrama. Ia suster yang 3 tahun menjaga kami. Suster Yovi adalah sosok yang begitu menyayangi kami anak-anaknya. Ya meski kami sering membuatnya marah. Di mata kami ia adalah sosok ibu dan juga sahabat yang sangat kami sayangi.
Cerita di Angela seakan menjadi sebuah kenangan yang membuat kami semakin menyadari arti kepedulian terhadap orang-orang disekitar kami, karena disana kami diajari untuk saling berbagi, dan memahami watak dari sesama kami. Layaknya tinggal dalam satu rumah, dan merupakan keluarga yang utuh. Kami harus saling menjaga satu sama lain, menjaga nama asrama kami, nama ibu asrama kami dan nama kami sendiri. Karena Angela adalah rumah kami.
Apapun yang kami dapat disana, merupakan cerita unik yang takkan pernah kami lupakan. Cerita yang menurut orang lain mungkin suatu kekonyolan, namun bagi saya cerita tentang kami di Angela adalah suatu pengalaman iman yang akan selalu menjadi dasar saya menapaki arti sebuah kasih dalam cinta yang takkan berhenti dalam kata yang terucap, karena masih ada rasa dan keyakinan yang lebih.
Semua yang suster lakukan adalah sebuah rasa sayang yang tidak akan bisa kami balas. Ia menginginkan yang terbaik untuk kami. Ia ingin kami menjadi seorang wanita yang rajin, dan mampu menahan godaan zaman. Dan saat ini, ketika kami telah pergi, kami sadar bahwa kami sangat merindukan suasana itu. Merindukan cara suster menasihati kami. Merindukan cara suster menegur kami ketika kami salah, merindukan cara suster mengajarkan kami untuk mencintai dan mau menerima diri kami apa adanya. Merindukan cara suster menyayangi kami. Kami dibangunkannya pagi-pagi, bahkan ketika si jago belum berkokok. Kami diajarkan untuk selalu memanfaatkan waktu. Di pagi hari, menembus dinginnya kota Ruteng kami harus bangun, mandi dan berada di meja belajar. Dan ketika lonceng gereja berbunyi, kami pun siap untuk kembali ke rumah Tuhan untuk memanjatkan puji syukur serta memohon perlindungan sepanjang hari yang akan kami jalani. Dan ketika matahari berpindah tempat, kami pun selalu siap berada di tempat kami masing-masing. Sungguh sebuah rutinitas yang tidak akan membosankan, karena di setiap rutinitas itu terciptalah sebuah cerita yang takkan mungkin dilupakan.

Hmmm dibagian ini, Reil sempat tertawa. Ini yang paling unik+lucu. Kalau Asrama Angela 2 mendapat giliran untuk misa harian. Hampir semua kelas 3 SMA masuk alto. “ Hmmm bukan berarti suara kita jelek waktu itu”, kata Reil. “Tapi kita mau menunjukkan, bahwa kita mengalah untuk adik-adik kelas kita”. Eitssss...... ini alasan konyol, kenyataannya bukan seperti itu. Hampir semua kelas 3 berada di alto itu ada alasannya. Yang pertama menurut saya alto itu bagian yang paling mudah dinyanyikan, karena banyak orang. Yang kedua disana ada teman yang paling seru. Hampir setiap latihan koor, sopran yang sering diperhatikan khusus, nah saat itu kami manfaatkan untuk ngobrol. Tetapi yang sebenarnya bagus tidaknya suara kami saat itu, bukan suatu ukuran yang harus diperhitungkan. Yang paling penting, kami dengan tulusnya menyanyi untuk Tuhan. Suster tidak menuntut kami untuk memiliki suara yang bagus, tetapi Ia menuntun kami untuk bernyanyi sesuai dengan kemampuan kami sendiri.

Sebagai seorang ibu, suster tidak pernah berhenti menasihati kami. Terlebih khusus dalam pergaulan. Berteman boleh-boleh saja, tetapi harus tahu batasnya. Suatu nasihat bijak, ya saya yakin semua sahabat saya pasti akan sangat merindukannya. Ia tidak menuntut kami untuk membalas jasanya, ia hanya ingin melihat kesuksesan dalam hidup kami nantinya. 
 
Suster juga menahan lelahnya seharian untuk mengontrol kami ketika belajar malam. Yaa maklum, belajar malam paling rawan. Ada yang tidur, baca novel, ngobrol. Suster tidak pernah lelah untuk menyadarkan kami. Ada saatnya untuk bersantai, ada saatnya untuk serius belajar, dan ada saatnya kita untuk hening dalam doa. Meski kata-kata itu ratusan kali ia katakan, kadang telinga kami mendengarnya, namun pikiran dan hati kami sulit mencernanya. Namun kesabaran dan ketabahan suster tidak pernah habis untuk kami.

Suster Denti, OSU, meskipun beliau harus pindah saat kami berada di kelas 2 SMA, namun kami memiliki begitu banyak kenangan bersamanya. Beliau sosok yang tegas, dan sangat konsisten dengan apa yang ia katakan. Namun dibalik itu semua, ia sosok yang sangat mencintai kami semua.. Hem yang paling kami takutkan dari suster Denti adalah, ketika mengakui suatu kesalahan ia tidak suka bertele-tele. Ia mengajarkan kami untuk berani bertanggungjawab.
Panggilan sayang untuk kami saat siang adalah “ anak burung “. Masih ingat itukan kawan? Ketika kami mendengar panggilan seperti itu, suster mau mengatakan bahwa saatnya istirahat siang. Karena yang boleh berkicau saat itu hanyalah burung. Jadi sadarkan? Yang masih bercerita saat itu sama seperti anak burung. Hmm ini yang paling kami rindukan. Kami pun akan dibangunkannya di pagi hari dengan panggilan khasnya jantung pisang, saatnya bangun.

Suster juga sangat mengerti, disaat mata belum sepenuhnya tertutup, dan pikiran masih melayang memikirkan segala tugas dari sekolah sepanjang hari, suster menemani tidur malam kami dengan alunan lagu Ambon. Kamarpun jadi hening dan matapun tertutup, mimpi indahpun mulai menghiasai tidur kami.
Suster juga selalu terlibat dalam setiap aktivitas kami. Disaat kami taize, suster selalu mengisi renungan kami dengan sebuah cerita yang mengundang deraian airmata kami. Cerita tentang kehidupan orangtua kami, cerita tentang orang-orang yang hidupnya tidak beruntung. Semua cerita itu adalah sebuah renungan bagi kami untuk lebih menghargai setiap usaha yang harus kami perjuangkan. 
 
Setelah suster Denti pindah, kami juga dibimbing oleh suster Sensa, OSU. Beliau juga orang yang sangat peduli akan anak-anaknya.
Hmmm selain ketiga suster tadi, kami juaga sangat merindukan suster-suster yang pernah bersama kami mengukir cerita, merendah hari di Angela.
Mereka adalah suster Anas, OSU, suster Pauline, OSU, suster Ensi, OSU. Mereka adalah bagian dari sejuta cerita kami di Angela.

Suster Anas, OSU mesikpun beliau bukan ibu asrama, namun perannya sangat berarti dalam membentuk kepribadian kami. Di saat detik-detik kami akan UN, beliau menyisihkan sedikit waktunya untuk mengajarkan kami bahasa Inggris. Beliau tidak menuntut lebih, ia hanya menginginkan kami untuk berhasil. Nasihat-nasihatnya di pagi hari saat sarapan pagi masih terngiang di telinga saya. Salah satunya. Dunia sedang kacau, cobalah untuk hening. Saat ini saya mengerti dan memahami makna kalimat itu. Dunia memang sedang kacau.
Suster Ensi,OSU beliau adalah ibu asrama Angela 1. Beliau adalah sosok yang tegas, namun ia juga sosok yang sangat mencintai kami. Suster Ensi juga seru. Menurut Reil, suter Ensi hampir sama dengan suster Denti, tidak suka bertele-tele. Iya memang seperti itu adanya, bunda dari teman-teman Angela 1 itu sangat tegas, tetapi ia sangat lembut. Sosoknya yang seperti itulah yang membuat kami sangat merindukannya. 
 
Suster Pauline, OSU hmm suster Pauline adalah suster yang paling sering ditanya anak asrama. Ia maklum suster Pauline sering keluar kota, dan suster yang sangat sayang kepada anjing kesayangannya, si Cimo, yang menurut Carlin Talip menjadi saudara dari anak-anak Angela. Suster Pauline, suster yang sangat lembut. Yah suster yang sangat mencintai kami, dan ketika beliau sedang santai beliau masih menyisi waktu kosongnya untuk bercerita tentang masa kecilnya kepada kami. Dan yang ingin saya teladani dari beliau adalah, beliau pandai menulis lirik lagu. Hmm kami sangat bangga dan senang setiap kali menyanyikan lagunya. Bahkan saya dan Reil masih sering menyanyikan lagunya di kos.

Hmm yang tidak boleh dilupakan menurut Reil adalah kaka Edit dan ka Arnold, juga Oma Lus. Ka Edit adalah muder yang bersama kami selama 3 tahun. Bahkan sebelum kami datang, ia sudah ada di Angela. Ka Arnold, ia sopir yang sudah lama di Angela, yang sering menggendong anak asrama kalau lagi sakit. Dan oma Lus. Oma sudah lama berada di Angela. Di mata kami, oma sangat rajin berdoa. Oma juga sangat baik.

Angela adalah sebuah nama yang ada dan akan selalu ada di dada kami yang pernah berada disana. Cerita tentangnya takkan bisa dibukukan. Hidup dalam kebersamaan, dan bersatu dalam kesederhanaan untuk semakin mencintai Tuhan yang hadir dalam sosok orang-orang disekitar kami.
Taize, Novena, Doa Rosario, Misa Bahasa Inggris, dan masih banyak lagi tak bisa saya hitung. Semua itu akan selalu kami ingat dan kami rindukan saat ini. Banyak yang kami dapat yang tak dapat dinilai dengan apapun. Kebersamaan dan kasihsayang seakan menarik kami untuk kembali berada disana, namun cita-cita dan mimpi kami harus membuat kami pergi dengan kesuksesan karena kami berhasil menyelsaikan SMA.

Tidak hanya hasil akademik yang kami miliki. Kami memiliki pengalaman spritual yang tidak mungkin kami miliki jika kami tidak berada di Angela. Dan Reil sering mengulang kata Bunda kami tentang inner beauty.
Argh..... ini yang paling penting. Saya harus menulis nama kamar dan nama sahabat-sahabat. Dan nama setiap kamar di asrama, memiliki hubungan erat dengan nama asrama kami, yaitu Angela .
Okk mulai dari kamar yang paling dekat dengan suster.

Le Grezze adalah sebuah desa kecil dimana St. Angela dulu pindah. Disini keseharian St. Angela dan keluarganya adalah berkebun. , menurut suster kamar ini adalah kamar VIP. Eits jangan salah, bukan berarti kamar ini yang paling elit. Kamar ini adalah kumpulan putri-putri Angela yang suaranya hampir sama dengan Candil kalau lagi teriak. Yang paling sering dihukum. Dan yang paling malas bangun pagi. Hahahaha.... hmm maaf ya sahabat-sahabat sayang yang sempat membaca blog ini.
Mereka adalah; Asri Nggepe,;si kerdil yang paling boros. Ya dia salah satu yang paling sering dihukum dan juga paling malas bangun pagi, Carlin Talip; yang sering disapa Princess, maklum ayah angkatnya presiden Amerika, Barack Obama, Tini Amirda; hmm kalau yang ini pemain volly yang paling heboh yang punya prinsip kau jahat saya lebih jahat, jangan ditiru ya.....hehehe , Oliv Dihung; kalau yang ini saya bingung, kelihatan pendiam tetapi sering terlibat dalam aksi hukum unik suster, Reil Manis; yang ini teman se-kos saya sekarang yang banyak perubahan, yang ikut serta menulis cerita ini. Dulu di Angela, paling ribut kalau jam belajar, maklumlah semeja sama si kerdil Nggepe. Ya sedikit saya bercerita tentang Reil. Ia sangat penurut. Ia mau mendengar pendapat oranglain, namun pendapat itu hanya untuk didengar karena tidak akan ia jalani. Konyolkan? Tetapi bagi saya ia adalah sahabat yang paling saya sayangi sekarang. Suka duka, yang pernah kami jalani di Angela, menjadi cerita yang mengundang tawa sebelum kami tertidur.

Brecia, nama ini adalah nama keturunan. Nama ayah St. Angela adalah Giovani keturunan bangsawan Brecia ; Yelin; ia sangat rajin dan tidak suka mengomel, Lian rada; sabar dan pendiam, ya yang paling lama kalau berada di kamar mandi, karena rajin luluran, Osin; teman semeja saya yang paling saya takuti. Karena kalau lagi belajar paling diam, Enya; iya sangat pendiam. . 
 
Ursula, ursula adalah pelindung ordo Ursulin, nah,,,, kalau yang ini kamar saya. Dikamar ini, saya satu-satunya anak kelas 3 SMA yang tidurnya paling cepat. Ya maklum, yang lainnya belajar.
Disini ada Nidia Jehanus; ketua asrama yang paling tegas, namun kalau lagi tidur siang suka gosip om ungu. Satpam BRI. Elsa Sion; ya menurut saya paling dewasa. Tidak suka repot, dan yang paling penting, ia selalu didengar kalau sedang marah. Hahaha, Afy Jegapu; teman tidur saya yang paling suka korea, yang paling suka mengoleksi foto-foto artis korea, Icha Ngana; yang paling setia menunggu saya kalau ke sekolah. Dan sangat baik, Eflin Mbambuk; hmm ini hobynya sama gosip om ungu; Freby; Eby paling rajin. Habis makan siang mandi, setelah mandi tidur siang. Kalau sekarang kedengarannya pasti aneh, Norlin; hmm Nonik paling rajin. Hampir tidak pernah terlambat saat belajar. Dan yang terahkir saya sendiri, paling suka ribut, menghanyal jadi reporter metroTV, dan paling rajin bangun pagi. Keren kan?

Angela, adalah nama dari asrama kami sendiri, Trina; teman kelas saya. Saat belajar malam, saya dan Trina hanya sibuk menghayal. Dan dari diskusi konyol itulah, menghasilkan canda dan tawa. Tetapi ada saatnya kami belajar. Maya; ia paling pandai menari. Sama seperti Yelin, Meisin; hmm suaranya sangat khas, dan sangat pintar matematika, Ocik; hmm yang ini paling unik. Takut boneka oscar, milik Intan.Ochik juga yang pintar matematika,Triani; pendiam yang suka korea juga, Nova; sangat lucu, dan satu-satunya kelas 3 yang saya takut, Diana; mungkin namanya akan familyar kalau ditulis Dino. Sangat lucu, yang selalu dicari bila mendadak ia hilang, Wiwin; lucu pendiam. Hmm panggilan kesayangannya Lol’a, Eva wakil ketua asrama yang paling kompak. Kalau ketua asrama sedang privat, ia tidak akan mencatat nama yang ribut saat belajar sore. Ya itu karena ia juga ribut. 
 
Dezensano adalah tempat kelahiran St. Angela,
Intan; yang ini sahabat saya yang sangat boros. Suka makan bakso, dan yang sering diminta Bunda untuk meninggalkan brondongnya dulu. Intan juga sangat baik, paling tidak suka dibentak, Cindi; hmm yang ini pernah menjuarai lomba geografi.. Ia sangat lucu, Ani; sekarang sekolah kesenian. Paling suka gitar, dan yang paling suka menanyakan pendapat teman-temannya tentang kepribadiaannya, Mis; nama yang unik, seunik orangnya. Mis sangat lucu, dan juga pintar.
O ya kami adalah angkatan 2011/2012. Angkatan yang memiliki banyak keunikan. Angkatan yang penuh dengan seribu cerita. Dan angkatan yang pastinya sangat di rindukan oleh ibu asramanya. Sebuah lirik lagu yang pernah kami tulis bersama” kami biar nakal tapi kami punya moral, otak boleh pas-pasan tapi kami punya masa depan, kami juga punyak banyak motivasi” sudah kami wujudkan saat itu.

Tanpa suster yang membangunkan kami di pagi hari, memaksa kami untuk tidak terlambat ke sekolah, menemani kami ke gereja setiap hari, kami bukanlah apa-apa. Banyak yang kami terima, yang tak mungkin bisa kami hitung dan tidak bisa dinilai oleh apapun itu.
Disetiap langkah dan cerita yang akan kami jalani, Angela adalah sebuah kisah yang akan selalu kami ceritakan.
Angela sejauh apapun kami melangkah, namamu akan selalu kami bawa. Tuhan terimakasih untuk 3 tahun yang telah kami jalani di Angela. Jagalah para suster, dan juga sahabat-sahabat saya dimanapun mereka berada.




Dan diahkiri cerita ini pesan saya untuk sahabat-sahabat saya dimanapun kalian berada saat ini;
Jika Sang waktu mengizinkan, bisakah kita bertemu lagi disana? Meskipun kita tidak bertemu untuk mengukir waktu, merendah hari disana, kita bertemu untuk kembali menulis cerita baru yang sama-sama kita buat bersama untuk 3 tahun yang pernah kita lalui bersama.
Angela berjayalah selamanya...
























Sabtu, 21 Februari 2015

for you my best friend




For you my best friend

Mimpi sederhanaku adalah menghapus airmatamu
Kau menangis karena dukamu sahabat
Namun sukaku selalu bersamamu
Kau takkan pernah sendiri
Kedua tanganku selalu terlentang untuk memelukmu
Saat ini kutahu betapa hancurnya hatimu
Ia yang meninggalkanmu adalah sosok yang sangat kau cintai
Ia pergi bukan karena keinginannya,
Tetapi karena ia sangat dicintai Sang Khalik
Tetaplah tersenyum sahabatku sayang
Bagiku kau bukanlah sekedar cerita protagonis dalam hidupku
Kau adalah kado terindah yang Tuhan titipkan untukku
Tugasku adalah selalu menghapus dukamu dengan cerita sukaku
Cepatlah pulang sahabatku sayang
Disini seribu benang telah aku siapkan
Kita akan belajar untuk menyatukan segala rasa
Karena bagiku, kaulah sahabat yang selalu kubanggakan
Disetiap doaku, kusisipkan namamu sahabat
Kuatkan imanmu
Bersiaplah untuk melanjutkan drama hidupmu
Disini aku selalu setia menunggumu

Senin, 16 Februari 2015

7 Tips untuk tetap tegar





7 Tips untuk tetap tegar

Menjadi seorang yatim piatu itu tidak sesedih di film layar lebar. Sedih dan rasa sakit itu sudah pasti ada. Kadang kita harus menangis, saat kita melihat mereka yang memiliki kedua orangtua tepat berdiri dihadapan kita.
Jangan takut kawan, aku punya cara untuk mengatasi rasa sedih itu. Pengalaman yang aku buat dari tips itu yang membuatku bertahan sejauh ini, dan tetap ceria meski begitu banyak masalah yang ada disekitarku.

Yang pertama,  kita harus sadar bahwa hidup kita itu milik Tuhan. Kita diibaratkan dengan sepeda motor yang sedang antri di pertamina. Tentunya kita harus sabar. Dan tidak boleh menerobos. Kita sabar karena kita semua pasti akan mendapat gilirannya. Dan untuk menunggu giliran itu, banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita harus sadar, bahwa Tuhan adalah satu-satunya tujuan hidup kita. Seribu satu rencana yang kita canangkan, tidak berarti membuat kita harus menggapainya. Di samping impian kita untuk menggapai mimpi itu, kita harus tahu bahwa semua yang kita ranjangkan itu milik Tuhan. Dan suatu ketika tanpa kita sadari, dan bahkan tanpa izin, semuanya akan Ia ambil.

Yang kedua,  ketika kita merindukan mereka, pikirkan satu hal yang pernah mereka lakukan saat mereka berada di samping kita yang membuat kita marah dan menangis karena kecewa. Misalnya mama melarang kita bermain dirumah teman dengan alasan harus tidur siang, atau papa yang mengurangi uang jajan karena ketahuan kamu pacaran. Yakin, pasti rasa sakit saat itu akan kembali kamu rasakan meskipun itu hanya mengundang airmata, tetapi setidaknya sudah mampu membuat emosi kamu bangkit.

Yang ketiga,  disaat kamu punya masalah dengan saudara, om, tante, ya singkatnya keluarga, teman atau pacar, yakinlah saat itu kamu dibela oleh papa dan mama. Kamu hebat kan? Ketika kamu mengancam mereka, yang membalas semua ini adalah papa dan mama. Karena mereka  adalah orang yang tidak kalian lihat. Yakinlah kamu akan sangat kuat saat itu. Dan sebenarnya saat itu baik papa maupun mama sedang memeluk kamu, dan mengatakan kamu tidak sendiri. Tuhan sebenarnya sedang menguji imanmu, bagaimana kamu bisa berjalan, berlari, tertawa saat kamu tidak memiliki papa dan mama. Kamu akan menjadi sosok yang hebat di mata sahabat-sahabatmu dan orang yang tahu tentang hidupmu.

Yang ke empat,  anggaplah papa dan mama itu masih ada di samping kamu. Singkatnya masih hidup. Bayangkan saja mereka sedang berbicara denganmu, hanya saja kamu yang berbicara di dalam hatimu sendiri. Misalnya saat kamu tidur. Papa disamping kiri dan mama disamping kanan. Sesudah kamu berdoa sebelum tidur,  kamu belum benar-benar tidur kan? Kamu mulai bercerita tentang aktivitasmu hari itu. Kamu akan dengan semangatnya bercerita dalam hatimu. Dan bayangkan papa dan mama memberikan respon seperti yang biasa mereka lakukan. Saya yakin, kamu akan tertidur dengan lelap.

Yang ke lima,  jika kamu akan bersedih ketika mengakui mereka sudah meninggal kepada orang-orang yang baru kamu kenal yang menanyakan kedua orangtuamu, maka jangan katakan. Ceritakan bahwa mereka masih ada. Karena pada dasarnya, raga mereka saja yang meninggalkanmu. Mereka ada dan akan  selalu ada dihatimu. Ceritakan pada semua orang papa dan mamaku adalah orang yang hebat. Saya yakin, kamu tidak akan sedih. Kamu pasti akan berbalik dan tersenyum, maaf saya berbohong kepada anda. Mereka akan percaya karena kamu adalah anak yang baik. Mereka menilai itu dari cara kamu berbicara tentang kedua orang tuamu. Tidak salah jika kamu berbohong akan hal itu.

Yang ke enam, ketika kamu sangat merindukan mereka. Mintalah pada Tuhan untuk menghadirkan mereka dalam mimpimu. Mintalah pada Tuhan. Bayangkan saat itu papa dan mama sedang berada di Surga. Di sana mereka sedang tersenyum memiliki anak sehebat dirimu. Dan mereka pun akan datang dalam mimpimu. Mintalah setulus mungkin. Karena Tuhan akan mendengarkan doa hambaNya yang dengan tulus meminta padaNya.

Dan yang terahkir, yang ketujuh  gapailah mimpimu. Cita-citamu. Karena kebahagian mereka adalah melihatmu mampu berdiri diatas kakimu sendiri. Bukan kamu yang menyerah, menangisi keaadan, dan bahkan putus asa. Mereka akan sangat sedih melihatmu seperti itu. Bahkan mereka akan sangat jauh darimu. Kamu sebenarnya adalah orang yang paling hebat di dunia. Lihatlah teman-temanmu. Mereka masih punya orangtua, tetapi kadang mereka tidak menghargai orangtua mereka. Dan kamu akan menjadi teladan ketika kamu menasihati mereka, betapa sulitnya hidup tanpa orangtua. Kamu adalah satu-satunya orang yang mereka dengar. Karena mereka tahu kamu sudah merasakan hal itu. Bukankah itu sesuatu yang hebat buat kamu? Dan kamu juga akan menjadi orang yang sangat hebat, karena kamu mampu menggapai mimpimu meski kedua orangtuamu telah tiada. Dan bibir semua orang akan bergetar menyebut namamu.
Kamu juga akan mengajak teman-temanmu untuk selalu dekat dengan Tuhan. Karena hanya dengan mendekatkan diri padaNya kita akan selalu kuat dan tahu tujuan hidup kita.
Jadi, jangan pernah berpikir Tuhan meninggalkanmu saat kedua orangtuamu telah tiada. Kamu pasti menyadari kasih Tuhan melalui orang-orang disekitarmu. Keluarga, sahabat, guru, dan orang-orang yang selalu mendukungamu. Sadarkah kamu mereka adalah tongkat-tongkat yang Tuhan hadirkan, saat kedua kakimu seakan tak mampu berjalan.
 Lalu untuk apa kamu terus menangis?? Kamu telah membaca tips ini sobat. Dan tips ini bukan kutulis karena hobbyku menulis. Karena aku adalah bagian dari tulisanku ini. Aku adalah seorang yatim piatu yang mampu bertahan sejauh ini karena tips ini. Dan aku merasa satu-satunya orang hebat di dunia, ketika semua orang berbisik

 “ kamu hebat. Seandainya aku berada di posisimu, aku tak yakin mampu menerima kenyataan ini” dan aku hanya tersenyum mendengar pujian itu, dan memandang ke langit. Disana ada dua orang yang selalu mengawasiku. Yang berbisik padaku ketika aku salah. Dan aku tahu, dalam nama Tuhanlah kepenuhan ini kudapat. Tanpa ujian seberat ini, aku tak yakin bisa mandiri seperti saat ini. Dan itulah yang ingin kukatakan padamu sobat, setiap tangis yang kau dapat, tersimpan sekilas senyum. Berkaryalah dalam nama Tuhan, kaupun akan mendapat kepenuhan.
Terimakasih.

Minggu, 01 Februari 2015

Tentang Sahabatku 2




Tentang Sahabatku 2

Cause every night i”m talking to the moon. Sebuah lirik lagu dari salah satu penyanyi favoritku Bruno Mars. Yang isinya begitu menyentuh hati bagi mereka yang ditinggalkan kekasihnya. Lagu ini mengisahkan mereka yang ditinggalkan kekasihnya dan berharap kekasihnya itu kembali.
Aku mendengarkan lagu ini bukan karena suasana hatiku yang senada dengan lirik lagunya. Tetapi karena orang-orang disekitarku yang sering merasakan hal yang serupa dengan lirik tersebut.

Dua sahabatku adalah sosok yang mudah jatuh cinta. Mudah percaya akan sosok yang mereka kagumi, tanpa mengenalnya lebih jauh. Dan mereka juga sering terlika karena itu.
 Meskipun mereka sering membuatku harus mengalami tekanan darah tinggi setiap hari karena cinta buta itu, aku sangat menyayangi mereka. Aku merasa gagal menjadi seorang sahabat, ketika aku meninggalkan mereka dalam dilema yang begitu panjang.

Nama sahabatku, Intan dan Asri. Intan sahabatku yang sangat dewasa, berbeda dengan aku dan Asri yang masih dikatakan seperti anak SMP oleh suster pembina asramaku. Sebagai sahabat, aku mengakui Intan adalah sosok yang paling cantik diantara kami, baik, ramah dan Ia sosok yang mudah percaya. Dan ini bukan suatu kelebihan buatku. Berbeda dengan Asri. Asri memang baik, namun Ia sosok yang suka memilih dalam soal percintaan. Nah, ini yang membuat aku dan kedua sahabatku merasa saling mengisi. Karena aku satu-satunya yang akan katakan TIDAK soal percintaan. Dan kalau ditanya apa alasannya, jawabannya gampang. Pacaran itu bagiku hanya suatu aktivitas yang merugikan banyak pihak, dan menguntungkan satu pihak saja. Dengan alasan  inilah yang membuatku bertahan jomblo sampai saat ini, ya meskipun alasan ini menurut Aurel adalah suatu alasan yang konyol. 

Intan mengenal seorang lelaki yang usianya beda setahun darinya. Yang brondong muda menurut Aurel temanku, yang membuatku tersenyum. Ya Aurel, banyak caranya menghibur orang, namun ia sendiri kurang paham apa yang ia katakan.

Lelaki itulah yang membuat sahabatku ini menjadi sosok yang mungkin tak mampu menyebut kata cinta lagi, karena trauma atau lupa kapan terahkir ia mengatakan kata cinta, karena hatinya terlanjur luka. Intan sangat mencintainya, meskipun aku, Asri, suster pembina asrama dan teman-teman asramaku saat itu sangat-sangat tidak setuju.

Cinta membuatnya melupakan segalanya. Membuatnya lemah. Dan bahkan membuatnya hampir kehilangan sahabat-sahabatnya. Ya,,, sebuah film layar lebar yang pernah aku tonton mengatakan Penjuri hati adalah penjahat sejati, mungkin kata-kata itu cocok untuk sahabatku yang satu ini.
Intan selalu mengatakan, laki-laki itu baik, setia perhatian, dan masih banyak lagi. Bahkan aku saja lupa, pujiannya terlalu banyak. Guru sastraku pernah bilang, hati-hati memuji cinta dengan majas hiperbola, karena suatu ketika akan berubah menjadi majas sinisme.  Ya,,,, mamaku juga pernah bilang saat jatuh cinta semuanya serba baik. Berbeda dengan jatuh dari pohon.
Intan selalu membelanya bahkan ia harus merajuk berhari-hari kalau aku dan Asri membujuknya untuk meninggalkan laki-laki itu.

Cerita tentang cinta beda usia ternyata bertahan sampai kelulusan SMA. Perpisahanpun terjadi antara aku dan kedua sahabatku. Kami memilih tempat kuliah yang berbeda. Hal itulah yang merakit kesedihan dihati kami. Perpisahan karena cita-cita, namun persahabatan akan cinta  yang akan selalu menghiasi hati kami.
Jarak dan waktu seakan menguji kisah Intan dan pencuri hatinya. Masalah demi masalah pun datang.  Intan adalah sosok yang lemah, yang akan menangisi dan terus menangisi saat masalah menghampirinya. Dan hampir setiap hari pasti ada cerita sedihnya. Sahabatku yang satu ini memang lemah. Dan aku tidak tahu mengapa ia bisa mempertahankan lelaki seperti pacarnya itu, yang wataknya sangat keras. Yang berbanding terbalik dari kepribadian yang dimiliki sahabatku.
 Pencuri hatinya ternyata bukan penjahat sejati. Tetapi penjahat hati. Yang menangkap buronannya pakai hati, dan ternyata buronannya banyak. Ya aku sempat berpikir mungkin ia punya penjara hati, untuk memenjarakan hati yang ia dapatkan, sehingga tidak mudah pergi. Sangat menyedihkan, ternyata sahabatku masuk dalam penjara hatinya.

Lelaki itu malah memaki sahabatku di dunia maya, yang membuatku geram.  Ia tidak terima saat sahabatku memutuskan untuk meninggalkannya. Cacian dan sindirannya di dunia maya menggemaskan hatiku. Namun aku juga sedikit berterimakasih, laki-laki itu ternyata membawa inspirasi untukku. Ya inspirasi untuk membuat cerita ini special untuk sahabatku.
Intan menangis. Cerita tentang cintanya harus berahkir karena mamanya tidak mempunyai simpati terhadap lelaki itu. Ya alasannya sama seperti yang aku pikirkan. Memang tidak cocoklah. Masa sahabatku pacarnya penjahat? Hmmmm dan kali ini aku menjadi polisi yang menangkap penjahat itu dan memintanya untuk melepaskan tawanan cintanya. Semuanya berhasil. Penjahat itu pergi namun jejaknya masih ada.
Dan lagu Bruno Mars pun kembali ia dengarkan. Aku menoleh kearah sahabatku dan berbisik. Kamu masih menginginkan penjahat itu kembali? Ia memandangku tersenyum.
Yohana bombol
Cerita ini kubuat khusus untuk kedua sahabatku inthan hadiman dan asri nggepe. Dimanapun kalian berada, kalian akan selalu menjadi sahabat yang selalu kuceritakan kepada semua orang betapa bangganya aku memiliki kalian sahabat. Tetap menjadi yang terbaik. I miss you my friend..